Solid Gold ~ Minyak Bertahan di Dekat $ 52 Dengan Cadangan AS Terlihat Memperpanjang Penurunan

minyak8Solid Gold ~ Minyak mempertahankan keuntungan di dekat $ 52 per barel sebelum rilis data dari pemerintah AS yang diproyeksikan untuk menunjukkan cadangan minyak mentah AS turun untuk minggu kelima.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 2,4 persen selama dua sesi sebelumnya. Cadangan kemungkinan turun 2,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis laporan dari Energy Information Administration pada hari Rabu. BP Plc menghabiskan lebih dari $ 3 miliar untuk menambahkan aset dan Chief Executive Officer Bob Dudley mengatakan hal yang terburuk sudah berakhir bagi perusahaan.

Minyak telah diperdagangkan mendekati $ 50 per barel karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada 30 November lalu setuju untuk mengurangi produksi mereka untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Persediaan minyak mentah AS, yang berada pada tingkat musiman tertinggi sejak EIA mulai mengumpulkan data mingguan pada tahun 1982, sedang menuju penurunan untuk jangka terpanjang lebih dari dua bulan.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari, yang berakhir pada hari Selasa, turun 1 persen menjadi $ 52,11 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 08:29 pagi di Hong Kong. Kontrak tersebut naik 22 sen menjadi $ 52,12 pada hari Senin. Total volume perdagangan sekitar 71 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak teraktif untuk bulan Februari naik 4 sen menjadi $ 53,10 per barel.

Minyak Brent untuk pengiriman Februari kehilangan 29 sen, atau 0,5 persen, ke $ 54,92 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, pada hari Senin. Minyak mentah acuan global untuk pengiriman bulan Februari mengakhiri sesi lebih sebesar $ 1,86 dari WTI.(Solid Gold)

Sumber: Bloomberg

Source

Oil held gains near $52 a barrel before government data projected to show U.S. crude stockpiles declined for a fifth week, trimming an inventory overhang.

Futures were little changed in New York after advancing 2.4 percent over the previous two sessions. Stockpiles probably decreased by 2.5 million barrels last week, according to a Bloomberg survey before an Energy Information Administration report on Wednesday. BP Plc is spending more than $3 billion adding assets and Chief Executive Officer Bob Dudley says the worst is over for the company.

Oil has traded near $50 a barrel since the Organization of Petroleum Exporting Countries agreed Nov. 30 to reduce production for the first time in eight years. U.S. crude inventories, at the highest seasonal level since the EIA began compiling weekly data in 1982, are heading for the longest run of declines in more than two months.

West Texas Intermediate for January delivery, which expires Tuesday, fell 1 cent to $52.11 a barrel on the New York Mercantile Exchange at 8:29 a.m. in Hong Kong. The contract gained 22 cents to $52.12 on Monday. Total volume traded was about 71 percent below the 100-day average. The more-active February future climbed 4 cents to $53.10 a barrel.

Brent for February settlement lost 29 cents, or 0.5 percent, to $54.92 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange on Monday. The global benchmark crude ended the session at a premium of $1.86 to February WTI.

Source: Bloomberg

 

SOLID GOLD