Pt. Solid Gold Berjangka ~ Minyak memangkas kerugian terbesar dua hari sejak Februari jelang rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu keenam.

Minyak berjangka naik sebanyak 1 persen di New York setelah merosot 7,5 persen selama dua sesi sebelumnya karena warga Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa yang memicu volatilitas di pasar global. Persediaan minyak AS mungkin turun 2,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan dari Energy Information Administration Rabu besok.

Minyak telah naik lebih dari 75 persen dari level terendah dalam 12 tahun pada bulan Februari lalu karena gangguan pasokan global dan penurunan produksi di AS yang menurunkan surplus di seluruh dunia. Nigeria memulai gencatan senjata dengan pemberontak yang menyerang infrastruktur minyak mentah memangkas produksi minyak negara tersebut, menurut Emmanuel Ibe Kachikwu, menteri sumber daya minyak bumi Nigeria.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik sebanyak 47 sen menjadi $ 46,80 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 46,66 pada pukul 08:54 pagi waktu Hong Kong. Kontrak WTI pada hari Senin turun $ 1,31 $ 46,33. Total volume perdagangan sekitar 64 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik sebanyak 48 sen, atau 1 persen, ke $ 47,64 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tersebut telah turun $ 1,25 menjadi $ 47,16 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global lebih besar 92 sen dari WTI.(solid gold)

Sumber: Bloomberg