Solid Gold ~ Minyak Terus Bergerak Menurun Saat Libya & AS Meningkatkan Pasokan

minyak8Solid Gold ~ Minyak menahan kerugian setelah jatuh ke pasar bearish seiring meningkatnya permintaan pasokan global oleh OPEC dan sekutu-sekutunya untuk mengurangi kelebihan pasokan dan menstabilkan harga.

Kontrak berjangka untuk bulan Agustus sedikit berubah di New York setelah harga bulan depan ditutup pada hari Selasa lebih dari 20 persen di bawah rekor mereka pada Februari lalu. Libya memompa produksi paling banyak dalam empat tahun terakhir, minyak yang disimpan di kapal tanker mencapai level tertingginya di tahun 2017 pada bulan ini dan pengebor AS menambahkan jumlah rig selama 22 minggu, jangka waktu terpanjang dalam 30 tahun. Produksi dari American inventories turun sebanyak 2,72 juta barel pada pekan lalu, American Petroleum Institute melaporkan pada hari Selasa. Data pemerintah diperkirakan akan menunjukkan penurunan sebanyak 1,2 juta barel.

Minyak telah memperpanjang penurunannya di bawah $ 44 per barel ke level sembilan bulan terendahnya terkait kekhawatiran meningkatnya pasokan tanpa henti dari AS, dan juga output baru dari Libya, mengimbangi upaya oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan mitra termasuk Rusia untuk memotong produksinya tahun ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus berada di level $ 43,49 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 2 sen, pada pukul 8:29 pagi waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 55 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak untuk bulan Juli yang berakhir pada hari Selasa setelah turun 97 sen atau 2,2 persen ke level $ 43,23, penutupan terendahnya sejak 16 September lalu.

Brent untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada level $ 45,94 per barel, turun 8 sen, di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tersebut kehilangan 89 sen atau 1,9 persen menjadi $ 46,02 pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada apriium $ 2,45 untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

source

Oil held losses after tumbling into a bear market as rising global supply offsets efforts by OPEC and its allies to clear a glut and stabilize prices.

August futures were little changed in New York after front-month prices closed Tuesday more than 20 percent below their February peak. Libya is pumping the most in four years, oil stored on tankers reached a 2017 high this month and U.S. drillers added rigs for 22 weeks, the longest run in 30 years. Americaninventories fell 2.72 million barrels last week, the American Petroleum Institute reported Tuesday. Government data is forecast to show a 1.2 million-barrel drop.

Oil has extended its decline below $44 a barrel to a nine-month low on concerns relentless supply gains from the U.S., as well as renewed output from Libya, is offsetting efforts this year by the Organization of Petroleum Exporting Countries and partners including Russia to cut production.

West Texas Intermediate for August delivery was at $43.49 a barrel on the New York Mercantile Exchange, down 2 cents, at 8:29 a.m. in Hong Kong. Total volume traded was about 55 percent below the 100-day average. The July contract expired Tuesday after dropping 97 cents, or 2.2 percent, to $43.23, the lowest close since Sept. 16.

Brent for August settlement traded at $45.94 a barrel, down 8 cents, on the London-based ICE Futures Europe exchange. The contract lost 89 cents, or 1.9 percent, to $46.02 on Tuesday. The global benchmark crude traded at apremium of $2.45 to WTI.

Source : Bloomberg

 

SOLID GOLD