Minyak Raih Gain Ditengah Optimisme Data Pekerjaan AS dan Penurunan Rig – Solid Gold

indexSolid Gold Semarang ~ Tanda-tanda kekuatan di ekonomi AS dan data yang menunjukkan bahwa penjelajah di Amerika membatasi aktivitas pengeboran mendorong kenaikan setelah lonjakan terbesarnya dalam tujuh bulan terakhir.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah melonjak 3,2 persen pada hari Jumat, yang terbesar sejak 25 Juli lalu. Setelah jumlah rig AS untuk pengeboran selama enam minggu berturut-turut, penjelajah Amerika tidak bekerja sebanyak empat rig pada minggu lalu, mengurangi kekhawatiran akan meningkatnya produksi serpih. Sementara itu, laporan pekerjaan negara tersebut melampaui perkiraan, meningkatkan kepercayaan pada ekonomi terbesar di dunia tersebut dan meningkatkan selera investor untuk aset berisiko.

Kepercayaan baru dalam minyak muncul karena investor semakin khawatir bahwa produsen minyak mentah AS dapat melemahkan usaha Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya untuk menekan output. Sedangkan kenaikan pada hari Jumat mendorong kenaikan harga pada minggu ini, harga minyak berjangka masih di bawah rekornya di bulan Januari, dengan pasar berjuang untuk mengatasi kerugian dari kemerosotan pasar bulan lalu yang meluas.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April diperdagangkan pada level $ 62,06 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 2 sen pada pukul 1:35 sore di Tokyo. Minyak mentah AS naik $ 1,92 menjadi $ 62,04 pada hari Jumat. Total volume yang diperdagangkan sekitar 37 persen di bawah rata-rata 100 hari.

Brent untuk penutupan harga untuk bulan Mei menguat 12 sen ke level $ 65,61 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik 3 persen menjadi $ 65,49 pada hari Jumat. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi $ 3,58 untuk bulan Mei terhadap minyak WTI. (knc)

Sumber: Bloomberg

Source

Signs of strength in the U.S. economy and data showing American explorers curtailed drilling activity is helping oil hold gains after its biggest jump in seven months.

Futures in New York were little changed after surging 3.2 percent Friday, the most since July 25. After the U.S. boosted rigs drilling for oil for six straight weeks, American explorers idled four rigs last week, easing fears over surging shale production. Meanwhile, the country’s jobs report topped estimates, increasing confidence in the world’s biggest economy and raising investors’ appetite for risk assets.

The renewed confidence in oil comes as investors increasingly grow concerned that U.S. crude producers may undermine efforts by the Organization of Petroleum Exporting Countries and its allies to curb output. While Friday’s jump helped push prices higher for the week, futures are still below their peak in January, with the market struggling to recoup losses from last month’s broader market slump.

West Texas Intermediate for April delivery traded at $62.06 a barrel on the New York Mercantile Exchange, up 2 cents at 1:35 p.m. in Tokyo. The U.S. benchmark gained $1.92 to $62.04 on Friday. Total volume traded was about 37 percent below the 100-day average.

Brent for May settlement added 12 cents to $65.61 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. The contract climbed 3 percent to $65.49 on Friday. The global benchmark traded at a $3.58 premium to May WTI.

Source : Bloomberg