mudikPt. Solid Gold Berjangka ~ Pergerakan arus mudik lebaran sudah mulai tampak di sejumlah pintu tol menuju Jawa. Puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi mulai H-4 lebaran atau Sabtu 2 Juli.

“Di mana puncak arus mudik lebaran untuk semua transportasi tersebut diprediksikan terjadi pada H-4 dan arus balik pada H+3,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kamis (30/6/2016).

Hal itu disampaikan Kapolri saat memimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2016 di Markas Polda Metro Jaya, pagi tadi. Upacara dihadiri oleh Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) dan perwira tinggi Polri mulai Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno, Kabaharkam Polri Komjen Putut Eko Bayuseno serta Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto dan Wakapolda Brigjen Nandang Jumantara.

Untuk jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum darat, laut dan udara, sesuai data Kemenhub diprediksi mencapai 17,6 juta jiwa. Sedangkan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diprediksi sebanyak 2,4 juta kendaraan.

Apel pasukan yang dilaksanakan serentak di seluruh Polda dan Polres ini bertujuan untuk mengecek kesiapan akhir personel beserta kelengkapannya, baik dari Polri dan instansi terkait serta segenap potensi masyarakat yang terlibat dalam pengamanan Idul Fitri.

Dalam penyampaian amanatnya ini, Kapolri juga menyinggung soal perubahan sandi operasi. Sandi operasi pengamanan Idul Fitri yang selama ini dikenal dengan Operasi Ketupat, pada tahun 2016 ini diganti menjadi ‘Ramadniya’ yang merupakan singkatan ramadan dan hari raya.

“Secara harafiah suci adil dan sempurna. Operasi ini dilaksanakan selama 16 hari mulai 30 Juni hingga 15 Juli 2016,” imbuhnya.

Dengan digelarnya operasi ini, lanjut Badrodin, diharapkan rencana operasi yang telah dipersiapkan dengan matang dapat dilaksanakan dengan baik dengan sinergis bersama stakeholders terkait.

“Agar situasi kamtibmas maupun kamseltibcarlantas yang kondusif dapat terwujud. Sehingga masyarakat di seluruh tanah air dapat merayakan hari raya Idul Fitri aman nyaman dan penuh khidmat,” lanjutnya.

“Kita berkewajiban melakukan langkah antisipatif,melalui tindakan preemtif, preventif dan penegakan hukum serta didukung kerjasama sinergis lembaga terkait guna meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.(solid gold)

sumber detik