kupatPt. Solid Gold Berjangka ~ Hong Kong dan China memang menjadi surga bagi penikmat kuliner nusantara. Namun ternyata, di negara pelabuhan tersebut, ketupat tidak mudah ditemukan sehingga warga negara Indonesia di sana tidak dapat menyantap sajian khas lebaran tersebut.

“Janurnya tidak ada, maka tidak ada ketupat. Berbeda dengan di Indonesia, ketupat mudah dijumpai saat hari biasa maupun hari raya,” ungkap Heny, juru masak di Wisma Puri Mandiri yang menjadi kediaman resmi Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Rabu (7/7).

Dia menuturkan, “kita ganti ketupat dengan lontong saja. Sama-sama berbahan dasar beras, hanya aroma dan cita rasa berbeda karena pembungkusnya juga berbeda.”

Ketupat merupakan makanan yang terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa atau janur berbentuk kantong, kemudian ditanak, dan dimakan sebagai pengganti nasi.

Sedangkan lontong, pembungkusnya adalah daun pisang dan direbus. “Tidak sulit mendapatkan daun pisang di Hong Kong,” katanya seperti dilansir Antara.

Sementara itu, makanan yang disajikan pada gelaran open house di Wisma Puri Mandiri, di antaranya: kudapan lapis legit, bika ambon, asinan sayur, serta bakwan sayur yang disantap bersama cabai rawit dan saus kacang.

Sajian utamanya, antara lain: opor ayam, sambal goreng kentang, tekwan, sayur labu siam, dan krecek.

Ada pula es buah dan potongan aneka buah segar sebagai sajian penutup. “Semuanya, kami siapkan dari kemarin sore, hingga tadi malam,” tutur Heny.

Sementara Ella, yang telah lama berdomisili di Beijing mengobati kerinduannya pada ketupat dengan membuat lontong berbentuk bantal persegi empat yang dibungkus dengan plastik.

Di Beijing, sangat jarang menemukan daun pisang terlebih janur untuk membuat ketupat.

Lontong plastik berbentuk bantal persegi empat buatan Ella disantap bersama opor ayam dan gulai sayur.

“Menu ala kadarnya, untuk mengobati rindu kuliner Lebaran di Tanah Air,” katanya, dalam postingan di layanan pesan singkat Wechat.

Selain mempererat tali silaturahmi WNI di mancanegara, Lebaran menjadi momentum untuk berpesta kuliner Nusantara, khususnya bagi masyarakat Indonesia di China daratan.

Usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1437 Hijriyah, masyarakat Indonesia pun berkumpul bersama dalam open house yang dilaksanakan KBRI Beijing dan Konsul Jenderal RI di Shanghai dan Guangzhou.

Masih minimnya restoran khas Indonesia di China daratan, khususnya di Beijing, membuat Lebaran sebagai momen melepas rindu akan kuliner Nusantara. (solid gold)

Sumber Merdeka