rupiahPt. Solid Gold Berjangka ~ Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini. Mata uang Paman Sam itu bisa ditekan hingga di bawah Rp 13.100.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Kamis (14/7/2016), dolar AS pagi ini bergerak di posisi Rp 13.085 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.155

The Greenback sempat menyentuh posisi terendahnya pagi ini di Rp 13.071. Secara perlahan dolar AS sempat mencoba bergerak naik dan mencapai posisi tertingginya di Rp 13.155.

Menjelang siang hari ini dolar AS berada di kisaran Rp 13.085. Sejak awal tahun hingga hari ini, dolar AS sudah melemah 5,14% terhadap mata uang Garuda.

sebelumnya Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini,  tercatat menguat ke kisaran level Rp 13.100/USD, setelah libur panjang Idul Fitri. Penguatan mata uang nasional  terjadi di tengah membaiknya USD terhadap euro dan yen.

Tercatat, posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp 13.100/USD dengan kisaran Rp 13.025-Rp 13.115/USD atau membaik dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp 13.135/USD. Pergerakan rupiah makin menguat setelah pada pukul 10.04 WIB bergerak ke posisi Rp 13.078.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah mengawali pekan ini dibuka pada level Rp 13.112/USD. Rupiah terlihat semakin menguat dari posisi sebelumnya di level Rp 13.172/USD atau naik sebesar 60 poin.  Sementara menurut data Bloomberg, rupiah pada sesi pagi juga membaik di posisi Rp 13.125/USD dengan kisaran harian Rp 13.071-Rp 13.139/USD. Posisi ini lebih baik dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp 13.180/USD.

Berdasarkan data Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB juga menunjukkan penguatan pada level Rp 13.098/USD atau semakin kokoh dibanding penutupan sebelum libur Lebaran di posisi Rp 13.145/USD.   Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Senin (11/7/2016) USD menguat terhadap euro dan yen dipengaruhi peningkatan sektor ekuitas dan hasil positif data ketenakerjaan AS untuk memberikan harapan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan (Fed rate) dalam waktu dekat.

Dolar tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,1% di level 100.69 terhadap yen, setelah sempat melemah ke posisi 99,99. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- setelah data ketenagakerjaan menunjukkan penambahan 287,000 lapangan kerja di bulan Juni.

Untuk saat ini kita melihat pasar berfokus pada kebijakan Bank of Japan dan rencana stimulus fiskal Jepang.  Di sisi lain euro terlihat stabil terhadap USD ke level 1.1043, naik sendiri dibandingkan akhir pekan kemarin 1.1002. Poundsterling berubah sedikit di level 1.2940 melawan USD, setelah merangkak dari posisi lebih rendah pekan lalu 1.2798. Namun pounds masih rentan dalam jangka panjang saat Inggris masih dalam tahap negosiasi keluar dari Uni Eropa (UE).

Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memprediksi inflasi Juli 2016 tetap terjaga. Dia berani bertaruh angkanya lebih rendah ketimbang Juni, atau sewaktu Ramadan.

Memurut Darmin,  inflasi sepanjang Bulan Puasa di Ramadan, tercatat cukup tinggi. Bergerak di level 0,6%. Penyebab inflasi tinggi ini akibat harga pangan yang bergerak naik sejak pekan pertama di Bulan Juni 2016.

Perkiraan turunnya inflasi Juli, kata Darmin, seiring dengan kembali normalnya harga komoditas pangan di dalam negeri. Dalam dua pekan terakhir tercatat sejumlah komoditas pangan harganya mulai turun. (solid gold)