saham jepang 3Pt. Solid Gold Berjangka ~ Saham Asia menuju penurunan mingguan seiring investor menunggu laporan pekerjaan bulanan AS untuk menilai implikasinya bagi kebijakan moneter.

MSCI Asia Pacific Index menguat 0,1 persen ke level 129,08 pada pukul 09:06 di Tokyo, dan berada di jalur untuk penurunan 0,4 persen minggu ini menyusul kekhawatiran atas dampak dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa kembali menyelimuti pasar. Saham energi turun setelah harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam hampir dua bulan pada hari Kamis di tengah kekhawatiran baru dari kelebihan stok di Amerika. Taiwan menutup pasar keuangan nya dan beberapa kantor Jumat dikarenakan mulai mendekatnya Topan Nepartak ke pulau. (solid gold)

Data pekerjaan AS hari ini membawa fokus kembali ke Amerika setelah guncangan akibat Brexit untuk dan kekhawatiran tentang kepercayaan pada bank Italia. Investor tertarik untuk melihat apakah penambahan hanya sekitar 38.000 pekerjaan pada Mei merupakan sebuah anomali. Pejabat di bank sentral AS menyebutkan kekhawatirannya atas penciptaan lapangan kerja pada pertemuan terakhir mereka, yang diadakan sebelum referendum Inggris 2 minggu lalu yang mengguncang pasar. (solid gold)

Sumber: Bloomberg

source

Asian stocks headed for a weekly decline as investors awaited a monthly U.S. jobs report to assess its implications for monetary policy.

The MSCI Asia Pacific Index added 0.1 percent to 129.08 as of 9:06 a.m. in Tokyo, on course for a 0.4 percent retreat this week as concern over the fallout from the U.K.�s vote to leave the European Union returned to markets. Energy shares declined after crude fell to an almost two-month low on Thursday on renewed fears of oversupply in America. Taiwan shut financial markets and some offices Friday as Typhoon Nepartak approached the island.

U.S. jobs data Friday brings focus back to America after Britain�s shock vote to leave the EU and concerns about Italian banks rattled confidence. Investors are keen to see if the addition of just 38,000 jobs in May was an anomaly. Officials at the U.S. central bank flagged concern over employment creation at their last meeting, which was held before the British referendum roiled markets.

Source: Bloomberg