Solid Gold ~ Saham-saham di Asia Naik Lebih Tinggi Jelang Rilis Data China

 

saham asia 1Solid Gold ~ Saham-saham Asia menguat, menyusul kenaikan dalam saham AS, karena investor menunggu data yang mungkin menunjukkan pertumbuhan ekonomi China tetap stabil.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat untuk hari keenam setelah data harga konsumen bulan Juni yang lemah menarik imbal hasil obligasi lebih rendah dan mendorong Indeks S&P 500 ke rekor tertinggi, menyoroti kekhawatiran Federal Reserve bahwa inflasi melemah di bawah target 2 persen. Dolar tetap di level terendah sejak September dengan spekulan bertahan di posisi bearish sejak 2013.

Data China memberikan petunjuk terbaru mengenai ekspansi dalam ekonomi terbesar kedua di dunia, yang muncul di tengah data penjualan dan inflasi AS yang lemah. Penghasilan musim naik dalam minggu ini dengan Microsoft Corp dan Unilever berada di antara yang dijadwalkan untuk melaporkan hasilnya.

Bursa Jepang ditutup untuk liburan pada hari Senin.

Produk domestik bruto China mungkin tumbuh 6,8 persen pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya, didukung oleh permintaan luar negeri dan domestik yang kuat dan memberi pemerintah beberapa ruang ekstra untuk mengejar program deleveraging-nya. Produksi industri diproyeksikan akan meningkat 6,7 persen dalam tahun ini, dengan penjualan ritel naik 10,3 persen dalam enam bulan pertama.

Yen diperdagangkan di level 112,46 per dolar pada pukul 10:26 pagi di Singapura, setelah naik 1,2 persen pada pekan lalu. Indeks Bloomberg Dollar Spot mendatar setelah kehilangan 1,3 persen pada minggu lalu.

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,1 persen, memperpanjang lonjakan 3,1 persen pekan lalu. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,5 persen dan S&P/ASX 200 Australia bergerak mendatar.(frk)

Sumber: Bloomberg

Source

Asian stocks advanced, following gains in U.S. shares, as investors await data that may show Chinese economic growth held steady.

The MSCI Asia Pacific Index was higher for a sixth day after soft June U.S. consumer price data dragged bond yields lower and pushed the S&P 500 Index to a record high, highlighting the Federal Reserve�s concern that inflation is languishing below its 2 percent target. The dollar remained at the lowest since September with speculators holding on to the most bearish positions on the greenback since 2013.

China data provides the latest clues on expansion in the world�s second-largest economy, coming fresh on the heels of weak U.S. retails sales and inflation data. Earnings season ramps up this week with Microsoft Corp. and Unilever among those scheduled to report results.

Japan is closed for a holiday on Monday.

China�s gross domestic product probably grew 6.8 percent in the second quarter from a year before, bolstered by solid overseas and domestic demand and giving the government some extra breathing space to pursue its deleveraging program. Industrial production is projected to have expanded 6.7 percent year-to-date, with retail sales up 10.3 percent in the first six months.

The yen traded at 112.46 per dollar as of 10:26 a.m. in Singapore, after climbing 1.2 percent last week. The Bloomberg Dollar Spot Index was flat after losing 1.3 percent last week.

The MSCI Asia Pacific Index advanced 0.1 percent, extending last week�s 3.1 percent surge. South Korea�s Kospi index rose 0.5 percent and Australia�s S&P/ASX 200 was flat.

Source: Bloomberg

 

SOLID GOLD