Solid Gold ~ Stok Minyak A.S. turun ke level terendahnya sejak Januari

PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka

Solid Gold ~ Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar tahun ini karena menyusutnya persediaan A.S. dan tanda-tanda permintaan yang kuat dapat meningkatkan spekulasi bahwa kelebihan pasokan di konsumen terbesar di dunia dapat mereda.

Kontrak berjangka di New York telah menguat 7,2 persen minggu ini, yang terbesar sejak Desember lalu. Stok A.S. turun ke level terendahnya sejak Januari, sementara persediaan bensin paling sedikit tahun ini, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. The American Petroleum Institute mengatakan pada hari Kamis bahwa penggunaan bahan bakar nasional pada bulan Juni melonjak sampai ke level tertingginya untuk bulan itu dalam satu dekade.

Harga minyak AS bergerak mendekati $ 50 per barel, tingkat yang tidak dicapai sejak Mei terkait kekhawatiran bahwa upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya untuk menurunkan output akan diimbangi oleh meningkatnya produksi di tempat lain, terutama Kuwait dan AS minggu ini sepakat untuk memangkas pasokannya di tahun 2017, bergabung dengan Uni Emirat Arab dengan harapan untuk memompa lebih sedikit setelah Arab Saudi meminta produsen OPEC untuk memperdalam pengurangan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September berada di level $ 49,07 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 3 sen, pada pukul 9:22 pagi waktu Tokyo. Total volume yang diperdagangkan sekitar 74 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga pada hari Kamis menguat 29 sen atau 0,6 persen, ditutup pada level $ 49,04 pada hari Kamis, yang tertinggi sejak 30 Mei.

Brent untuk pengiriman September menambahkan 2 sen menjadi $ 51,51 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, menuju kenaikan mingguan menjadi 7,2 persen. Kontrak naik 52 sen atau 1 persen pada hari Kamis, menjadi ditutup pada level $ 51,49. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium $ 2,43 untuk WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

Source

Oil headed for the biggest weekly gain this year as sliding U.S. inventories and signs of stronger demand raise speculation a supply glut in the world�s biggest consumer may ease.

Futures in New York have gained 7.2 percent this week, the most since December. U.S. stockpiles fell to the lowest since January, while gasoline inventories are at the least this year, the Energy Information Administration said Wednesday. The American Petroleum Institute said Thursday the nation�s fuel use in June surged to the highest for that month in a decade.

U.S. oil prices are inching closer to $50 a barrel, a level not reached since May on concerns that efforts by the Organization of Petroleum Exporting Countriesand its allies to lower output will be offset by rising production elsewhere, particularly the U.S. Kuwait this week agreed to trim 2017 supplies, joining the United Arab Emirates in promising to pump less after Saudi Arabia called on OPEC producers to deepen cuts.

West Texas Intermediate for September delivery was at $49.07 a barrel on the New York Mercantile Exchange, up 3 cents, as of 9:22 a.m. in Tokyo. Total volume traded was about 74 percent below the 100-day average. Prices on Thursday gained 29 cents, or 0.6 percent, to close at $49.04 on Thursday, the highest since May 30.

Brent for September settlement added 2 cents to $51.51 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange, heading for a 7.2 percent weekly advance. The contract climbed 52 cents, or 1 percent, on Thursday to close at $51.49. The global benchmark traded at a premium of $2.43 to WTI.

Source : Bloomberg

 

 

SOLID GOLD