Solid Gold ~ Stok Minyak Mentah AS Turun, Minyak Pertahankan Keuntungan $ 47

Solid Gold

Solid Gold ~ Minyak mempertahankan kenaikan mendekati $ 47 per barel karena stok minyak mentah dan bensin AS memperpanjang penurunan, mengurangi kekhawatiran akan kelimpahan pasokan global.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 2,4 persen pada dua sesi sebelumnya. Persediaan minyak mentah AS merosot 4,73 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan EIA pada hari Rabu. Stok bensin AS turun 4,45 juta barel, penurunan terbesar sejak Maret lalu. Irak melanjutkan rencananya untuk meningkatkan produksi menjadi 5 juta barel per hari pada akhir tahun, termasuk dari wilayah Kurdistan, kata Menteri Perminyakan Jabbar Al-Luaibi.

Minyak telah diperdagangkan di bawah $ 50 per barel sejak akhir Mei di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan pasokan global akan mengimbangi pemangkasan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan mitranya. OPEC dan negara-negara non-anggota akan mengadakan pertemuan komite teknis pada 22 Juli mendatang di St. Petersburg untuk membantu memantau kepatuhan terhadap kesepakatan pemotongan produksi, yang dilanjutkan dengan pertemuan tingkat menteri pada 24 Juli.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus, yang berakhir pada hari Kamis, berada di level $ 47,09 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 3 sen, pada pukul 09:12 pagi di Seoul. Total volume yang diperdagangkan sekitar 62 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga WTI naik 72 sen atau 1,6 persen, untuk menetap di $ 47,12 pada hari Rabu. Kontrak untuk bulan September yang lebih aktif turun 4 sen menjadi $ 47,28.

Minyak Brent untuk pengiriman September diperdagangkan di level $ 49,66 per barel, turun 4 sen, di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent pada hari Rabu naik 86 sen atau 1,8 persen, ditutup di level $ 49,70. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar $ 2,38 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

Source

Oil held gains near $47 a barrel as U.S. crude and gasoline stockpiles extended declines, easing concerns over a global supply glut.

Futures were little changed in New York after rising 2.4 percent the previous two sessions. U.S. crude inventories slipped 4.73 million barrels last week, the Energy Information Administration reported Wednesday. Gasoline stockpiles dropped 4.45 million barrels, the most since March. Iraq is proceeding with plans to boost output to 5 million barrels a day by the end of the year, including from the Kurdistan region, Oil Minister Jabbar Al-Luaibi said.

Oil has traded below $50 a barrel since late May amid concerns that rising global supply will offset curbs by the Organization of Petroleum Exporting Countries and its partners. OPEC and non-member countries will hold a technical committee meeting July 22 in St. Petersburg to help monitor compliance with the output deal, followed by a ministerial meeting July 24.

West Texas Intermediate for August delivery, which expires Thursday, was at $47.09 a barrel on the New York Mercantile Exchange, down 3 cents, at 9:12 a.m. in Seoul. Total volume traded was about 62 percent below the 100-day average. Prices advanced 72 cents, or 1.6 percent, to settle at $47.12 on Wednesday. The more-active September contract was down 4 cents at $47.28.

Brent for September settlement traded at $49.66 a barrel, down 4 cents, on the London-based ICE Futures Europe exchange. Prices on Wednesday gained 86 cents, or 1.8 percent, to close at $49.70. The global benchmark crude traded at a premium of $2.38 to WTI.

Source: Bloomberg

 

SOLID GOLD